Apakah Psikolog Boleh Memberikan Resep Obat?

Psikolog tidak diperbolehkan memberikan resep obat kepada pasien. Kewenangan seorang psikolog adalah untuk memberikan layanan psikoterapi, konseling, dan melakukan asesmen psikologis, bukan pengobatan medis. Resep obat-obatan, termasuk untuk gangguan kesehatan mental, hanya dapat diberikan oleh psikiater karena mereka adalah dokter spesialis. Perbedaan utama terletak pada latar belakang pendidikan. Psikiater menempuh pendidikan kedokteran umum terlebih dahulu…

Share
Read More

Memaafkan Sebagai Bentuk Terapi Diri

Dalam ilmu psikologi, memaafkan (forgiveness) bukanlah tentang membenarkan kesalahan orang lain atau melupakan kejadian traumatis. Ini adalah proses terstruktur untuk melepaskan hak atas dendam dan menggantinya dengan emosi, persepsi, dan respons yang netral atau bahkan positif terhadap orang yang menyakiti. Prinsip Penting dalam Terapi Memaafkan 1. Memaafkan ≠ Berdamai Kamu bisa memaafkan seseorang tanpa harus…

Share
Read More

Child Grooming : Waspada Manipulasi Psikologis yang dilakukan Pada Anak

Child grooming adalah proses manipulasi psikologis yang dilakukan pelaku (biasanya orang dewasa atau remaja yang lebih tua) terhadap seorang anak, dengan tujuan membangun hubungan emosional, kepercayaan, dan kepatuhan untuk memfasilitasi eksploitasi seksual, seringkali tanpa disadari oleh anak atau orang di sekitarnya. Berikut adalah analisis mendalam tentang child grooming : Kesimpulan : Child grooming adalah penyalahgunaan…

Share
Read More

Pulang Liburan Malah Jadi Stres? Kenapa Ya?

Setelah liburan justru merasa stres adalah hal yang sangat umum, dan ada beberapa alasan psikologis dan praktis di baliknya. Penyebab Utama 1. Transisi Kembali ke Rutinitas. Otak dan tubuh perlu beradaptasi dari mode santai ke mode produktif yang lebih terstruktur. 2. Tumpukan Tanggung Jawab. Pekerjaan, tugas, atau urusan rumah yang menumpuk selama Anda pergi. 3….

Share
Read More

Tantrum dalam Pandangan Psikologi

Pengertian Tantrum dalam Psikologi Dalam psikologi, khususnya psikologi perkembangan, tantrum (atau temper tantrum) diartikan sebagai ledakan emosi yang tidak terkendali, biasanya terjadi pada anak usia balita (1-4 tahun). Tantrum merupakan bagian normal dari proses perkembangan anak dan bukanlah pertanda kegagalan pola asuh selama masih dalam batas wajar. Tantrum terjadi karena adanya kesenjangan yang besar antara…

Share
Read More

Jangan Curhat Masalah Keluarga dengan Anak

Dampak orang tua sering menceritakan masalah keluarga kepada anak bisa sangat kompleks, dengan konsekuensi yang bertahan lama. Secara umum, praktik ini dikenal sebagai “parentification” atau “parentifikasi”, di mana peran anak dan orang tua seolah-olah terbalik. Berikut adalah dampak-dampaknya, yang terbagi menjadi dampak negatif dan (dalam kondisi tertentu) dampak positif. Dampak Negatif (Yang Paling Dominan) Beban…

Share
Read More

Asesmen Tumbuh Kembang Anak

Pengertian Asesmen Tumbuh Kembang Asesmen tumbuh kembang adalah suatu proses pengumpulan data dan evaluasi yang sistematis, komprehensif, dan berkelanjutan untuk mengukur tingkat pencapaian pertumbuhan dan perkembangan seorang individu (biasanya anak) dibandingkan dengan standar atau tahapan yang diharapkan untuk usianya. Dalam bahasa yang lebih sederhana, ini adalah “pemeriksaan menyeluruh” untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penting: Proses ini bukan…

Share
Read More

Stres Melanda karena Berita Akhir-akhir ini

Tentu, melihat situasi kerusuhan dan demonstrasi yang terjadi di mana-mana memang bisa sangat menegangkan dan membuat rasa cemas. Sangat wajar jika Anda merasa stres. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengelola stres dan menjaga kesehatan mental Anda dalam situasi seperti ini: ▪︎ Batasi waktu: Tentukan waktu khusus untuk mengecek berita, misalnya hanya…

Share
Read More

Tips Saat Anak Sering Menggigit Kuku

Apa yang Harus dilakukan Orang Tua saat Anak Sering Menggigit Kukunya? Pendekatan terbaik bukanlah dengan memarahi, menghukum, atau mengoleskan sesuatu yang pahit di kuku (kecuali atas saran profesional). Cara-cara itu hanya akan menambah tekanan dan kecemasan anak. 1. Amati dan identifikasi pemicunya : kapan kebiasaan itu paling sering terjadi? Saat menonton TV, mengerjakan PR, atau…

Share
Read More