Seberapa Penting Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Perlu ke Psikolog

Keterlibatan psikolog bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) bukan sekadar penting, melainkan sangat vital dan seringkali menjadi kebutuhan primer, bukan pelengkap. Berikut penjelasan lugas alasannya. Psikolog kami, Maria Ulfah M.Psi., Psikolog, C.Ht. memiliki pengalaman study dan praktek perihal penanganan anak berkebutuhan khusus (ABK). Sehingga Ayah dan Bunda dapat mempercayakan kepada kami untuk memberikan solusi terbaik. Mengapa Psikolog…

Share
Read More

Kesulitan Membaca pada Anak? Teknik Repeated Reading Menawarkan Solusi Potensial

Definisi dan Etiologi Disabilitas Intelektual Disabilitas intelektual merupakan kondisi terhambatnya atau tidak lengkapnya perkembangan psikologis, yang secara fundamental ditandai oleh gangguan fungsi intelektual menyeluruh (global), meliputi aspek kognitif, bahasa, motorik, dan sosial. Etiologi disabilitas intelektual diklasifikasikan ke dalam dua faktor: (1) faktor primer, yakni faktor genetik atau herediter, dan (2) faktor sekunder, yaitu pengaruh eksternal…

Share
Read More

Layanan Konseling Psikologi

Kerangka Teknis Layanan Konseling Psikologis Kami Berdasarkan deskripsi layanan, berikut adalah analisis teknis psikologis yang mencakup indikasi layanan, modalitas intervensi, populasi sasaran, serta prosedur asesmen dan rujukan. 1. Indikasi Layanan Berbasis Traumatik dan Stresor Okupasional Secara teknis, layanan ini dirancang untuk menangani gangguan terkait trauma dan stresor (trauma- and stressor-related disorders) berdasarkan DSM-5-TR, seperti: Selain itu, layanan…

Share
Read More

Penyebab Kakak dan Adik Sering Berantem

Sibling rivalry adalah istilah dalam psikologi yang merujuk pada persaingan, kecemburuan, dan pertengkaran antara saudara kandung (kakak-adik). Fenomena ini sangat wajar dan umum terjadi, hampir di semua keluarga yang memiliki lebih dari satu anak. Rivalitas ini bisa muncul sejak anak kedua lahir hingga mereka dewasa. Bentuk Umum Sibling Rivalry · Berebut perhatian orang tua :…

Share
Read More

Panyebab Anak Sering Menggigit Kuku

Berdasarkan perspektif psikologi, kebiasaan anak sering menggigit kuku (onychophagia) bukanlah sekadar kebiasaan buruk, tetapi seringkali merupakan gejala dari kondisi yang mendasarinya. Berikut adalah beberapa penyebab utamanya: 1. Mengatasi Stres dan Kecemasan (Coping Mechanism) Ini adalah penyebab paling umum. Menggigit kuku adalah cara bagi anak untuk menenangkan diri secara instan saat menghadapi emosi yang tidak nyaman….

Share
Read More

Tumbuh Kembang Anak Pasca Orang Tua Bercerai

Meskipun perceraian orang tua dapat menimbulkan dampak psikologis pada anak, perkembangan anak tetap dapat berjalan dengan baik jika orang tua menerapkan strategi pengasuhan yang tepat. Berikut adalah beberapa kunci untuk memastikan anak tumbuh sehat secara emosional dan mental meskipun orang tua bercerai: 1. Komunikasi Terbuka dan Jujur 2. Co-Parenting yang Efektif 3. Memberikan Rasa Aman…

Share
Read More

Hiperaktivitas Dalam Sudut Pandang Psikologi

Hiperaktivitas dalam Sudut Pandang PsikologiHiperaktivitas adalah kondisi yang ditandai dengan gerakan fisik berlebihan, kesulitan untuk diam, dan perilaku impulsif yang tidak sesuai dengan konteks situasi. Dalam psikologi, hiperaktivitas sering dikaitkan dengan gangguan perkembangan saraf, seperti ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder), tetapi juga dapat muncul dalam bentuk lain. Berikut analisis mendalam dari perspektif psikologi: 1. Definisi dan Karakteristik…

Share
Read More

Memukul Anak ? Apakah Itu Dibenarkan ?

Dalam pandangan psikologi, perilaku memukul pada anak dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang saling terkait. Berikut penjelasan lengkapnya: Catatan Penting: Rekomendasi: Dengan memahami akar penyebab, orang tua/pendidik dapat merespons secara lebih efektif dan mendukung perkembangan emosional yang sehat. #marah #memarahi #pukul #memukul #apakahbenar #emosi #todller #trauma #stress

Share
Read More

Tantrum Dalam Perspektif Psikologi

Tantrum, dalam perspektif psikologi, merupakan luapan emosi yang intens dan tidak terkendali, umumnya terjadi pada anak usia dini (1-4 tahun), tetapi dapat juga muncul pada individu dengan keterbatasan emosional atau perkembangan. Berikut penjelasan mendalam dari berbagai sudut teori dan konsep psikologi: 1. Regulasi Emosi yang Belum Matang Tantrum dipahami sebagai akibat dari ketidakmampuan anak mengelola…

Share
Read More