Konseling Psikologi

Konseling Psikologi

Psikolog konseling menyediakan berbagai teknik dan pendekatan terapeutik yang memenuhi kebutuhan dan keadaan spesifik klien. Kami bekerja di berbagai bidang seperti kesedihan dan kehilangan, transisi hidup yang signifikan, masalah perkembangan, kesulitan hubungan, kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan/penyerangan seksual, trauma, menjaga gaya hidup sehat, penilaian kejuruan, dan pengembangan karier.

Secara individu, pekerjaan kami mencakup pencegahan, penilaian, diagnosis dan pengobatan, dan pemantauan berkelanjutan terhadap klien dengan gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan, depresi dan penyalahgunaan zat, serta gangguan yang lebih kompleks seperti gangguan stres pasca-trauma.

Dalam organisasi, psikolog konseling membantu menangani isu-isu mulai dari mediasi dan resolusi konflik hingga penilaian kejuruan.

Anda dapat menghubungi admin yang tertera untuk menyesuaikan waktu dan tempat dalam menyelesaikan permasalahan anda yang ada #konsultasi #konsultasipsikologi

Share

PRAKTIK PSIKOLOG MARIA ULFAH M.psi., Psikolog

Praktik Psikolog Maria Ulfah M. Psi. Psikolog

Konteks Utama dalam Psikologi Anak
Jika Anda seperti kebanyakan orang, Anda mungkin memikirkan faktor internal yang memengaruhi pertumbuhan seorang anak, seperti genetika dan karakteristik pribadi. Namun, pengembangan melibatkan lebih dari pengaruh yang muncul dari dalam individu. Faktor lingkungan seperti hubungan sosial dan budaya tempat kita tinggal juga memainkan peran penting.

Ada tiga konteks utama yang perlu kita pertimbangkan dalam analisis psikologi anak kita.

Konteks budaya
Budaya tempat tinggal seorang anak menyumbangkan seperangkat nilai, adat istiadat, asumsi bersama, dan cara hidup yang memengaruhi perkembangan sepanjang masa hidup. Budaya mungkin berperan dalam bagaimana anak-anak berhubungan dengan orang tua mereka, jenis pendidikan yang mereka terima, dan jenis pengasuhan anak yang disediakan.

Konteks sosial
Hubungan dengan teman sebaya dan orang dewasa berpengaruh pada cara anak berpikir, belajar, dan berkembang. Keluarga, sekolah, dan kelompok teman sebaya semuanya merupakan bagian penting dari konteks sosial.

Konteks sosial ekonomi
Kelas sosial juga dapat memainkan peran utama dalam perkembangan anak. Status sosial ekonomi (sering disingkat SES), didasarkan pada sejumlah faktor yang berbeda termasuk seberapa banyak orang memiliki pendidikan, berapa banyak uang yang mereka hasilkan, pekerjaan yang mereka pegang, dan di mana mereka tinggal.

Anak-anak yang dibesarkan dalam rumah tangga dengan status sosial ekonomi tinggi cenderung memiliki akses yang lebih besar terhadap peluang, sedangkan anak-anak dari rumah tangga dengan status sosial ekonomi rendah mungkin memiliki akses yang lebih sedikit terhadap hal-hal seperti perawatan kesehatan, gizi berkualitas, dan pendidikan. Faktor-faktor tersebut dapat berdampak besar pada psikologi anak.

#psikolog

#psikologanak

Share

PELAYANAN TEST IQ PSIKOLOGI

Test IQ (Intelegent Quotient) atau Tes Intelektual

Apa itu tes IQ?

Tes IQ, atau tes ‘intelligence quotient’, mungkin lebih baik disebut ‘tes intelektual’. Ini mengukur kemampuan mental dan kematangn. Hal ini termasuk: keterampilan bahasa dan matematika kemampuan pemecahan masalah penalaran logis hubungan spasial seberapa baik Anda mengingat apa yang Anda pelajari.

IQ Test

Apa yang bisa dibantu oleh tes IQ?

Dengan mengidentifikasi gaya dan kekuatan belajar, tes IQ dapat membantu Anda atau putra / putri anda menemukan alat, dukungan, dan perawatan untuk mencapai potensi yang diginkan.

Tes IQ, di samping penilaian lainnya, juga berfungsi untuk membantu mendiagnosa pembelajaran, perkembangan, atau perbedaan kognitif seperti: gangguan spektrum autisme, attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), disleksia, disgrafia, dan gangguan perkembangan dispraksia, kesulitan belajar anak spesifik berbakat dan berbakat (SpLDs) dan kebutuhan yang kompleks.

Tes IQ ditawarkan di Klinik Medikita yang berada di Kalideres wilayah Jakarta Barat, Psikolog kami hanya menggunakan tes IQ standar yang diakui oleh sekolah ataupun instansi yang membutuhkan. Sesuai untuk mereka yang berusia balita sampai dengan dewasa.

Psikolog ahli kami akan bekerja untuk membuat pengalaman tes IQ senyaman dan seefektif mungkin yang bermanfaat bagi Anda serta putra / putri Anda. Kami akan membantu Anda memahami hasil yang didapatkan dan memberi saran tentang langkah kedepan selanjutnya, bersama dengan menjawab pertanyaan apa pun yang mungkin Anda miliki.

Tes IQ tidak hanya untuk mengetahui perkembangan belajar, perkembangan anak dan kemampuan anak dalam memahami pelajaran baik akademis maupun non akademis sehingga kita sebagai orang tua tau sumber permasalahan agar dapat kita cari solusi bersama.

#tes iq

#test iq

#tes iq sekolah

#test iq sekolah

#tes iq anak

#test iq anak

#terapi

#therapy

Share

BEBERAPA GEJALA TIDAK SEHAT JIWA

Dilansir dari laman p2ptm.kemenkes.go.id, terdapat beberapa gejala tidak sehat jiwa pada seseorang. Gejala-gelaja tersebut antara lain :

Gejala Tidak Sehat Jiwa
  1. Sering berpikir sebagai berikut :

– “saya gagal”

– “semua terjadi karena salah saya”

– “tidak ada hal yang baik dalam hidup saya”

– “saya tidak berharga”

– “hidup sudah tidak berharga lagi”

– “saya adalah orang jahat”

– “tidak ada masa depan”

– “tidak ada gunanya lagi mencoba”

2. Dari segi perasaan orang tersebut sering merasa :

– bersalah,

– bimbang,

– mudah tersinggung,

– kecewa,

– frustasi,

– menderita,

– tidak percaya diri,

– sedih.

3. Dari segi kesehatan, orang yang tidak sehat jiwa akan merasa kondisi kesehatannya terganggu, seperti :

– Mudah lelah sepanjang waktu.

– Hampa.

– Sakit kepala atau pegal-pegal.

– Rasa tidak nyaman di perut.

– Sulit tidur atau terlalu banyak tidur.

– Perubahan nafsu makan dan atau berat badan. – Merasa tidak berdaya.

#psikologdewasa

#psikologanak

#semogakitabahagia

Share

* BATASAN WAKTU UNTUK ANAK BERMAIN GADGET SESUAI USIANYA *

Berapa lama sih waktu yang diperbolehkan untuk anak screen time (bermain gadget, laptop, menonton TV, atau penggunaan layar lainnya)?

Penggunaan gadget pada anak haruslah di bawah kontrol orang tua.

Ada batasan waktu yang seharusnya diberikan untuk anak bermain gadget. Dan orang tua juga wajib mengarahkan anak, konten-konten apa saja yang boleh untuk di akses.

Berapa lama durasi maksimal untuk anak menggunakan gadget setiap harinya?

USIA 0-2 TAHUN :
tidak direkomendasikan sama sekali

USIA 2-3 TAHUN :
30 menit /hari dengan pendampingan orang tua

USIA 3-5 TAHUN :
1 jam /hari dengan arahan orang tua

USIA 5-6 TAHUN :
2 jam /hari dengan pengawasan orang tua

USIA 6-12 TAHUN :
2-4 jam /hari tetap dengan pengawasan orang tua

Waktu tersebut juga termasuk untuk menonton televisi, bermain laptop, tablet, atau perangkat layar lainnya.

Tetap bijak saat memberikan gadget pada anak ya, Parents.

Ingat 3 kuncinya :

  1. Fasilitasi
  2. Awasi
  3. Batasi

Untuk lebih mudah memahaminya silahkan klik link ini ya dan hubungi Instagram mariaulfahpsi

parenting #parentinganak #parentingtips #perkembangananak #tumbuhkembanganak #anakhebat #psikologianak #mariaulfahpsikolog #psikolog

Share

LAYANAN PSIKOLOGI PROFESIONAL

LAYANAN PSIKOLOGI

  • KONSULTASI PSIKOLOGIS ANAK DAN REMAJA
  • TES KEPRIBADIAN
  • TES IQ
  • TES IQ PENJURUSAN SEKOLAH / KULIAH
  • TES CQ / TES KRATIFITAS
  • TES KEMATANGAN SEKOLAH
  • TES MINAT & BAKAT
  • INDIVIDUAL NEED TEST
  • TES RELASI SOSIAL DAN KONSEP DIRI
  • TES PRESTASI / SIKAP KERJA
  • EVALUASI TUMBUH KEMBANG
  • TERAPI BERMAIN / PLAY THERAPY
  • TERAPI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
  • PAKET ASSESSMENT PSIKOLOGI
Share

Layanan Evaluasi Diagnostik untuk Anak dengan Gangguan Perkembangan

Layanan Evaluasi Diagnostik untuk Anak dengan Gangguan Perkembangan
Pernyataan Misi: Sebagai tim multidisiplin, Klinik Perkembangan Anak Virginia Barat Daya berkomitmen untuk melayani anak-anak dari berbagai daerah ataupun permsalahan kami yang dicurigai mengalami keterlambatan perkembangan dan/atau disable.

Prosesnya melibatkan pengujian, penilaian dan pembuatan diagnosis dan memberikan hasilnya kembali ke orang tua/wali, tim medis anak dan sekolah ataupun lembaga penting lainnya. Jika diperlukan, kami juga akan membuat rekomendasi, dan/atau rujukan ke profesional yang sesuai yang mampu menawarkan bantuan dan layanan lebih lanjut kepada anak-anak, remaja atau yang membutuhkan.

Staf dan Layanan: Klinik Medikitamenawarkan pendekatan tim multidisiplin untuk evaluasi anak-anak , remaja dan dewasa. Tim kami terdiri dari: Psikolog Berlisensi, Konsultan Pendidikan, Dokter Anak dan Terapis.

Psikolog  menilai tingkat intelektual dan perkembangan anak, mengevaluasi fungsi adaptif dan/atau menilai kepribadian, mengidentifikasi kekuatan serta bidang yang menjadi perhatian.

Dokter spesialis anak adalah dokter yang berfokus pada penanganan masalah kesehatan anak sejak lahir hingga usia remaja (18 tahun) yang meliputi pencegahan, pengobatan, hingga perawatan.  Dokter anak juga sering disebut dokter pediatri. Untuk menjadi dokter anak, seseorang harus menjalani kuliah kedokteran umum terlebih dulu, lalu mengambil spesialisasi anak. Gelar kesarjanaan dokter anak adalah Sp.A.

Terapi wicara merupakan terapi yang digunakan untuk mengatasi masalah bicara, khsusunya pada anak. Terapi wicara bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bicara dan mengekspresikan bahasa pada anak. Selain bahasa yang bersifat verbal, terapi ini juga melatih bentuk bahasa nonverbal. Terapi wicara sendiri mengembangkan dua hal untuk hasil yang optimal.

 

Spesialis Layanan Kantor memberikan pengenalan klinik dengan menyapa setiap pasien dan keluarganya, menjelaskan layanan dan menerima pasien ke klinik.

Evaluasi Diagnostik:
Klinik Perkembangan Anak melakukan evaluasi diagnostik untuk hal-hal berikut:

Gangguan Defisit Perhatian/Hiperaktivitas
Dengan Autisme
Keterlambatan Perkembangan
Cacat Intelektual (Retardasi Mental)
Gangguan Perilaku/Emosional
Masalah Pembelajaran
Gangguan atau Disabilitas

Test Intelegent

Test IQ

Test Kematangan Sekolah

Test Minat Bakat

Test Penjurusan Sekolah

Alamat : Jalan Perumahan Citra 3 Raya Blok A1 No.7 RT.3/RW.13 Pegadungan Kalideres RT.3, RW.13, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11830

Share

Tes IQ Anak Toodler, TK, SD, SMP dan SMA

Tes IQ Anak Toodler, TK, SD, SMP dan SMA

PRAKTEK PSIKOLOG

By : Maria Ulfah S. Psi., M. Psi., Psikolog

Telepon 021-5595-3676 / WA-0821 1018 6075

Usia anak adalah usia emas perkembangan otak, mereka akan belajar serta menyerap apa yang dia lihat, dia dengar serta mencoba apa saja yang dia temui di lingkungannya.

Setiap anak masing-masing memiliki potensi yang berbeda, untuk itu sebaiknya kita sebagai orang tua dapat mengerti dan mengetahui untuk membimbing sesuai dengan minat anak.

LAYANAN PSIKOLOGI

  • KONSULTASI PSIKOLOGIS ANAK DAN REMAJA
  • TES KEPRIBADIAN
  • TES IQ
  • TES IQ PENJURUSAN SEKOLAH / KULIAH
  • TES CQ / TES KRATIFITAS
  • TES KEMATANGAN SEKOLAH
  • TES MINAT & BAKAT
  • INDIVIDUAL NEED TEST
  • TES RELASI SOSIAL DAN KONSEP DIRI
  • TES PRESTASI / SIKAP KERJA
  • EVALUASI TUMBUH KEMBANG
  • TERAPI BERMAIN / PLAY THERAPY
  • TERAPI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
  • PAKET ASSESSMENT PSIKOLOGI

Bunda dan Ayah dapat langsung mendatangi lokasi yang tertera dan dapat juga untuk menghubungi pada nomer telephone yang telah tersedia.

Terima kasih atas kepercayaan Bunda / Ayah kepada kami

Share

Test IQ Menggunakan Jasa Psikolog atau Komputer

Terdapat berbagai macam persepsi dari proses atau Test IQ, untuk itu kami mencoba memberikan pandangan serta pemahaman yang singkat mengenai hal tersebut diatas.

Psikolog

Dalam hal ini Tester atau Psikolog dengan pengertiannya adalah seorang ahli dalam bidang praktik psikologi, bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental. Psikolog dapat dikategorikan ke dalam beberapa bidang tersendiri sesuai dengan cabang ilmu psikologi yang ditekuninya, baik itu Psikolog Klinis, Psikolog Pendidikan, dan Psikolog Industri.

Tetapi kata “Psikolog” lebih sering digunakan untuk menyebut Psikolog Klinis, psikolog yang bergerak di bidang kesehatan mental. Psikolog di Indonesia tergabung dalam organisasi profesi bernama HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia).

Dengan kata lain seorang Psikolog telah menempuh Pendidikan Sarjana Psikologi dan dilanjutkan dengan menempuh Pendidikan Magister Psikologi (Profesi Psikolog). Serta ditambah dengan mendapatkan SIUP (Surat Ijin Praktik Psikologi) yang dikeluarkan oleh HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia)

Komputer

Tes IQ berbasis komputer berupaya tidak menghilangkan kaidah ilmu psikologis. Dan tentunya dengan bantuan tenaga ahli / Psikolog serta dukungan team IT (Informatian Technologi) untuk membuat system agar dapat mudah diopeasikan dan menarik. Dengan adanya bantuan system computer tersebut, tes IQ dapat dilakukan tanpa membacakan soal kepada peserta tes dan hasil dari tes tersebut, dan hasil dapat dilihat dalam waktu yang cukup singkat. Tes IQ pun dapat dikemas secara lebih menarik dan berwarna sehingga tidak menimbulkan kejenuhan bagi yang mengerjakan. Skoring pun dapat dilakukan secara lebih praktis dan cepat.

Biasanya test dengan menggunakan metode ini adalah classical (jumlah banyak) dan juga diperuntukkan untuk test karyawan yang hendak masuk disuatu perusahaan bukan untuk test spesifik yang perlu adanya penanganan serta interaksi langsung dengan Tester / Tenaga Ahli Psikologi.

Namun test IQ yang belum tersertifikasi belum tentu dapat diterjemahkan atau bahkan diterima oleh Psikolog lain.

Kesimpulan :

Menurut pandangan kami, perlunya Tenaga Ahli yang langsung terlibat didalam psoses test untuk memastikan kebutuhan, keakuratan serta feedback yang diberikan oleh Testee (orang yang ditest) agar hasil tersebut dapat dipertanggung jawabkan. Meskipun metode ini membutuhkan biaya dan waktu yang cukup besar.

Tidak menjadi permasalahan jika menggunakan Komputer, untuk mendapatkan hasil yang dibutuhkan namun ada batasan / kaidah tertentu yang mengharuskan melakukan assasment kepada Psikolog

Untuk itu hal yang paling penting dalam laporan hasil pemeriksaan telah dilakukannya proses tersebut diantarannya tanda-tangan disertakan SIPP(Surat Ijin Praktik Psikolog) dari Himpunan Psikolog serta stempel yang menjadi validasi bahwa proses Test IQ tersebut benar-benar telah dilakukan oleh orang yang telah mendapat wewenang serta diakui.

Share

Plus minus pola asuh Kakek dan Nenek

Kakek dan nenek memang bisa menjadi tempat penitipan anak paling aman dan terpercaya. Namun demikian, pola asuh yang mereka terapkan pada cucu terkadang rawan konflik. Bagaimana cara mengatasinya?

Tak bisa dipungkiri, entah karena tuntutan pekerjaan atau yang lainnya, ayah dan bunda kerap harus menitipkan buah hatinya kepada orang lain. Kondisi tersebut tentu bukan hal yang mudah. Pasalnya, tidak semua orang bisa dipercaya untuk mejaga anak. Alih-alih aman, anak yang dititipkan pada orang lain terkadang ada yang diperlakukan dengan kasar.

Itu sebabnya, kebanyakan orangtua lebih memilih menitipkan anaknya pada kakek dan neneknya sendiri. Sebab bila dilihat dari segi keamanan, sudah tentu lebih terjamin. Selain itu, kakek dan nenek umumnya merupakan  sosok yang familiar dan dekat dengan anak sehingga menimbulkan rasa nyaman. Alhasil ketika anak ditinggal orangtua, rasa nyaman yang diberikan kakek dan nenek dapat sedikit mengobati rasa rindu mereka kepada ayah dan bundanya.

Kenali Rasa Sayang Kakek dan Nenek

Menurut Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog dari Balita Ceria Daycare, menitipkan anak pada kakek dan nenek memang  merupakan hal yang wajar dan rasional. Meski demikian, orangtua juga perlu memperhatikan, seperti apa ‘kategori sayang’ yang dicurahkan oleh kakek dan nenek kepada cucunya.

Sebagai contoh, saat dititipkan, kakek dan nenek sudah diberi pesan untuk tidak memberikan permen pada si kecil karena sedang sakit. Tapi pada praktiknya permen tetap diberikan karena cucunya merengek. Nah, dalam kondisi tersebut, ‘rasa sayang’ kakek dan neneknya sudah pasti melewati batas dan mengarah ke perilaku posesif. Bahkan, tak sedikit pula kakek dan nenek yang malah memberlakukan pola asuh permisif dengan jalan memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada cucunya.

“Bila ditinjau dari segi usia, contoh prilaku posesif maupun pola asuh permisif dari kakek dan nenek memang normal terjadi.  Pasalnya, di usia tersebut sudah pasti terjadi penurunan fisik dan kesehatan yang pada akhirnya akan mempengaruhi prilaku kakek dan nenek. Mereka jadi cenderung mencari hal-hal yang sifatnya menyenangkan, stabil, dan selaras. Maka wajar jika ditemui kakek dan nenek yang tidak menerapkan pola asuh ayah dan ibu.  Terlebih pada dasarnya kakek dan nenek sering menganggap cucu yang menangis itu seperti ‘tersakiti’. Karenanya, mereka lebih senang menuruti keinginan cucunya dan melonggarkan aturan agar si kecil merasa senang,” tutur Maria memberikan alasan.

Disinilah mulai timbul permasalahan. Dengan adanya pola asuh yang berbeda antara orangtua dengan kakek dan nenek, anak kerap menjadi bingung mana peraturan yang baik dan perlu dipatuhi. Pada akhirnya, anak tentu memiliki kecenderungan mencari peraturan yang lebih ringan dan menguntungkan mereka. Tak heran jika ingin sesuatu, mereka sudah tahu harus lari ke pihak mana agar keinginannya dapat dituruti. Hal ini tentu tidak bisa dibiarkan bukan? Karena itu orangtua hasus segera mencari solusinya

 Tips Menitipkan Anak ke Kakek dan Nenek

Lebih lanjut Maria menjelaskan bahwa perbedaan pola asuh itu sebenarnya dapat dijembatani. Caranya,  sebelum menitipkan anak, ada baiknya orangtua melihat kondisi fisik kakek dan neneknya terlebih dahulu. Apakah memang memungkinkan untuk menjaga anak? Baru setelah itu menanyakan kesediaan mereka untuk dititipkan anak. Mengapa harus melihat kondisi dulu? Karena jika ditanya terlebih dahulu, biasanya kakek dan nenek akan menjawab positif dan menerima untuk mengurus anak walaupun kondisi fisik mereka sendiri sebenarnya tidak memungkinkan.

Kemudian Maria juga menyarankan agar orangtua yang memilih menitipkan anak kepada kakek dan neneknya sudah mempersiapkan segala kebutuhan si kecil. Mulai dari kebutuhan makannya hingga mainan kegemaran anak. Akan lebih baik lagi jika memberikan bantuan kepada kakek dan nenek dengan menyediakan pengasuh. Sehingga kakek dan nenek lebih diarahkan sebagai sosok yang mengawasi anak.

Lalu hal yang paling penting adalah, diskusikan terlebih dahulu secara terbuka mengenai aturan serta batasan saat mengasuh anak.  Jelaskan pada kakek dan nenek bahwa peraturan tersebut diberikan untuk kebaikan si kecil. Jangan lupa, terangkan juga bahwa anak perlu tumbuh dengan pola asuh yang selaras sehingga tidak mengalami kebingungan. Terakhir Maria menyarankan agar orangtua membantu memberikan pemahaman kepada anak bahwa peraturan di rumah juga perlu dilakukan saat mereka bersama kakek dan neneknya.

Sumber : www.sangbuahhati.com  Monday, 9 October 2017

Share