TIPS MENGELOLA STRES PADA ANAK

Hal yang perlu orang tua ingat ketika menemukan indikasi anak mengalami stress adalah menghindari panik berlebihan, karena yang ada nanti anda juga mengalami stress dan tidak bisa membantu anak anda dengan baik.

child stres

Terdapat beberapa tips bagi pada orang tua untuk mengelola stress anak yang bisa diaplikasikan sesuai kebutuhan.

  1. Kenali dan ketahui dengan baik terkait penyebab anak stress
  2. Hargai perasaan anak ketika ia sedang mengalami stress
  3. Rencanakan tanggapan yang akan anda berikan kepada anak.
  4. Bantu anak tidur dengan rileks dan nyaman
  5. Segera selesaikan masalah yang merupakan penyebab anak stress agar anak tidak stress berkepanjangan sampai mengganggu kesehariannya terlalu lama.
  6. Jalin kerja sama dengan guru untuk atasi kendala di sekolah.
  7. Jadilah tokoh panutan untuk anak.

#stresanak

#rileks

#konsultasi

#psikolog

#psikologanak

Share

* BATASAN WAKTU UNTUK ANAK BERMAIN GADGET SESUAI USIANYA *

Berapa lama sih waktu yang diperbolehkan untuk anak screen time (bermain gadget, laptop, menonton TV, atau penggunaan layar lainnya)?

Penggunaan gadget pada anak haruslah di bawah kontrol orang tua.

Ada batasan waktu yang seharusnya diberikan untuk anak bermain gadget. Dan orang tua juga wajib mengarahkan anak, konten-konten apa saja yang boleh untuk di akses.

Berapa lama durasi maksimal untuk anak menggunakan gadget setiap harinya?

USIA 0-2 TAHUN :
tidak direkomendasikan sama sekali

USIA 2-3 TAHUN :
30 menit /hari dengan pendampingan orang tua

USIA 3-5 TAHUN :
1 jam /hari dengan arahan orang tua

USIA 5-6 TAHUN :
2 jam /hari dengan pengawasan orang tua

USIA 6-12 TAHUN :
2-4 jam /hari tetap dengan pengawasan orang tua

Waktu tersebut juga termasuk untuk menonton televisi, bermain laptop, tablet, atau perangkat layar lainnya.

Tetap bijak saat memberikan gadget pada anak ya, Parents.

Ingat 3 kuncinya :

  1. Fasilitasi
  2. Awasi
  3. Batasi

Untuk lebih mudah memahaminya silahkan klik link ini ya dan hubungi Instagram mariaulfahpsi

parenting #parentinganak #parentingtips #perkembangananak #tumbuhkembanganak #anakhebat #psikologianak #mariaulfahpsikolog #psikolog

Share

Suka Menitipkan Anak ke Orang Tua? Simak Tipsnya

Beberapa ibu dan ayah yang bekerja, biasanya menitipkan anaknya ke orang tua (nenek/kakek). Tentu saja orang tua kita tidak akan menolak ketika cucunya dititipkan untuk beliau jaga selama kita bekerja. Akan tetapi harus kita sadari, usia orang tua kita yang semakin senja membuat mereka mengalami penurunan secara fisik maupun psikologis. Jadi, sebaiknya jangan bebani orang tua kita untuk menjaga anak-anak.

Jika kita merasa khawatir meninggalkan anak hanya dengan pengasuhnya saja di rumah, kita bisa menitipkan anak-anak ke orang tua tetapi dengan membawa pengasuhnya juga. Sehingga, orang tua tidak kerepotan untuk menjaga anak-anak dan hanya mengawasi saja.

Jika ayah dan ini merasa terdapat hal yang perlu dilakukan konsultasi dan assasment Psikologiu silahkan hubungi nomer yang tertera

Maria Ulfah M.Psi, Psikolog
Share

LAYANAN PSIKOLOGI PROFESIONAL

LAYANAN PSIKOLOGI

  • KONSULTASI PSIKOLOGIS ANAK DAN REMAJA
  • TES KEPRIBADIAN
  • TES IQ
  • TES IQ PENJURUSAN SEKOLAH / KULIAH
  • TES CQ / TES KRATIFITAS
  • TES KEMATANGAN SEKOLAH
  • TES MINAT & BAKAT
  • INDIVIDUAL NEED TEST
  • TES RELASI SOSIAL DAN KONSEP DIRI
  • TES PRESTASI / SIKAP KERJA
  • EVALUASI TUMBUH KEMBANG
  • TERAPI BERMAIN / PLAY THERAPY
  • TERAPI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
  • PAKET ASSESSMENT PSIKOLOGI
Share

Anak Suka Memegang dan Menggesekkan Alat Kelaminnya, Normalkah?

Anak Suka Memegang dan Menggesekkan Alat Kelaminnya, Normalkah?

Pada usia balita, anak sedang berada pada fase Phallic. Pada fase ini anak mulai memahami perbedaan gender antara laki-laki dan perempuan. Anak juga senang mengeksplorasi alat kelaminnya, sama seperti ia mengenali anggota tubuh lainnya seperti rambut, tangan, mata, atau hidungnya. Fase ini merupakan salah satu tahapan perkembangan yang normal pada anak.

Saat Parents melihat anak mulai memegang atau menggesekkan alat kelaminnya, coba jelaskan padanya bahwa perilaku tersebut bisa membuat alat kelamin menjadi lecet atau luka. Kemudian alihkan perhatiannya dengan aktivitas lain yang lebih menarik, misalnya bermain sepeda.

Hindari untuk memarahi anak ya, Parents. Karena anak kemungkinan tidak memahami apa yang ia lakukan.

Semoga bermanfaat

 

Share