* BATASAN WAKTU UNTUK ANAK BERMAIN GADGET SESUAI USIANYA *

Berapa lama sih waktu yang diperbolehkan untuk anak screen time (bermain gadget, laptop, menonton TV, atau penggunaan layar lainnya)?

Penggunaan gadget pada anak haruslah di bawah kontrol orang tua.

Ada batasan waktu yang seharusnya diberikan untuk anak bermain gadget. Dan orang tua juga wajib mengarahkan anak, konten-konten apa saja yang boleh untuk di akses.

Berapa lama durasi maksimal untuk anak menggunakan gadget setiap harinya?

USIA 0-2 TAHUN :
tidak direkomendasikan sama sekali

USIA 2-3 TAHUN :
30 menit /hari dengan pendampingan orang tua

USIA 3-5 TAHUN :
1 jam /hari dengan arahan orang tua

USIA 5-6 TAHUN :
2 jam /hari dengan pengawasan orang tua

USIA 6-12 TAHUN :
2-4 jam /hari tetap dengan pengawasan orang tua

Waktu tersebut juga termasuk untuk menonton televisi, bermain laptop, tablet, atau perangkat layar lainnya.

Tetap bijak saat memberikan gadget pada anak ya, Parents.

Ingat 3 kuncinya :

  1. Fasilitasi
  2. Awasi
  3. Batasi

Untuk lebih mudah memahaminya silahkan klik link ini ya dan hubungi Instagram mariaulfahpsi

parenting #parentinganak #parentingtips #perkembangananak #tumbuhkembanganak #anakhebat #psikologianak #mariaulfahpsikolog #psikolog

Share

Anak Suka Memegang dan Menggesekkan Alat Kelaminnya, Normalkah?

Anak Suka Memegang dan Menggesekkan Alat Kelaminnya, Normalkah?

Pada usia balita, anak sedang berada pada fase Phallic. Pada fase ini anak mulai memahami perbedaan gender antara laki-laki dan perempuan. Anak juga senang mengeksplorasi alat kelaminnya, sama seperti ia mengenali anggota tubuh lainnya seperti rambut, tangan, mata, atau hidungnya. Fase ini merupakan salah satu tahapan perkembangan yang normal pada anak.

Saat Parents melihat anak mulai memegang atau menggesekkan alat kelaminnya, coba jelaskan padanya bahwa perilaku tersebut bisa membuat alat kelamin menjadi lecet atau luka. Kemudian alihkan perhatiannya dengan aktivitas lain yang lebih menarik, misalnya bermain sepeda.

Hindari untuk memarahi anak ya, Parents. Karena anak kemungkinan tidak memahami apa yang ia lakukan.

Semoga bermanfaat

 

Share