TIPS MENGELOLA STRES PADA ANAK

Hal yang perlu orang tua ingat ketika menemukan indikasi anak mengalami stress adalah menghindari panik berlebihan, karena yang ada nanti anda juga mengalami stress dan tidak bisa membantu anak anda dengan baik.

child stres

Terdapat beberapa tips bagi pada orang tua untuk mengelola stress anak yang bisa diaplikasikan sesuai kebutuhan.

  1. Kenali dan ketahui dengan baik terkait penyebab anak stress
  2. Hargai perasaan anak ketika ia sedang mengalami stress
  3. Rencanakan tanggapan yang akan anda berikan kepada anak.
  4. Bantu anak tidur dengan rileks dan nyaman
  5. Segera selesaikan masalah yang merupakan penyebab anak stress agar anak tidak stress berkepanjangan sampai mengganggu kesehariannya terlalu lama.
  6. Jalin kerja sama dengan guru untuk atasi kendala di sekolah.
  7. Jadilah tokoh panutan untuk anak.

#stresanak

#rileks

#konsultasi

#psikolog

#psikologanak

Share

CARA MENGATASI RASA TIDAK NYAMAN AKIBAT STRESS

Rasa stres yang dialami oleh seseorang merupakan hal yang normal untuk dialami apabila seseorang mengalami tekanan atau dipaksa untuk dapat beradaptasi dalam waktu yang singkat. Namun demikian, bahaya stres dalam jangka waktu yang panjang akan membuat seseorang mengalami berbagai masalah kesehatan yang dapat mengganggu aktivitas hariannya.

Dengan pengertian diatas, maka penting bagi kita untuk bersegera dalam mengatasi stres yang dirasakan. Berikut ini adalah beberapa aktivitas yang dapat dilakukan untuk mengatasi rasa tidak nyaman akibat stres, diantaranya adalah:

  1. Jaga kesehatan dengan olahraga teratur, tidur yang cukup, makan bergizi seimbang, dan berperilaku hidup bersih dan sehat
  2. Melakukan kegiatan sesuai dengan minat dan kemampuan kita
  3. Berpikir hal-hal yang baik dan menyenangkan
  4. Tenangkan pikiran dan kembangkan hobi
  5. Bicarakan perasaan dan keluhan dengan seseorang yang dapat dipercaya
  6. Meningkatkan ibadah sesuai dengan agama masing-masing

Dengan mengetahui berbagai kegiatan positif yang dapat meminimalisir stres diatas, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengelola stres yang saat ini sedang dihadapi. Tetap terapkan perilaku hidup sehat dan bersegera dalam melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gangguan stress yang tidak kunjung membaik, agar bisa segera mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat dari petugas kesehatan.

#stress

#tidaknyman

#tenangkanpikiran

#positive

#stres

Share

* BATASAN WAKTU UNTUK ANAK BERMAIN GADGET SESUAI USIANYA *

Berapa lama sih waktu yang diperbolehkan untuk anak screen time (bermain gadget, laptop, menonton TV, atau penggunaan layar lainnya)?

Penggunaan gadget pada anak haruslah di bawah kontrol orang tua.

Ada batasan waktu yang seharusnya diberikan untuk anak bermain gadget. Dan orang tua juga wajib mengarahkan anak, konten-konten apa saja yang boleh untuk di akses.

Berapa lama durasi maksimal untuk anak menggunakan gadget setiap harinya?

USIA 0-2 TAHUN :
tidak direkomendasikan sama sekali

USIA 2-3 TAHUN :
30 menit /hari dengan pendampingan orang tua

USIA 3-5 TAHUN :
1 jam /hari dengan arahan orang tua

USIA 5-6 TAHUN :
2 jam /hari dengan pengawasan orang tua

USIA 6-12 TAHUN :
2-4 jam /hari tetap dengan pengawasan orang tua

Waktu tersebut juga termasuk untuk menonton televisi, bermain laptop, tablet, atau perangkat layar lainnya.

Tetap bijak saat memberikan gadget pada anak ya, Parents.

Ingat 3 kuncinya :

  1. Fasilitasi
  2. Awasi
  3. Batasi

Untuk lebih mudah memahaminya silahkan klik link ini ya dan hubungi Instagram mariaulfahpsi

parenting #parentinganak #parentingtips #perkembangananak #tumbuhkembanganak #anakhebat #psikologianak #mariaulfahpsikolog #psikolog

Share

Suka Menitipkan Anak ke Orang Tua? Simak Tipsnya

Beberapa ibu dan ayah yang bekerja, biasanya menitipkan anaknya ke orang tua (nenek/kakek). Tentu saja orang tua kita tidak akan menolak ketika cucunya dititipkan untuk beliau jaga selama kita bekerja. Akan tetapi harus kita sadari, usia orang tua kita yang semakin senja membuat mereka mengalami penurunan secara fisik maupun psikologis. Jadi, sebaiknya jangan bebani orang tua kita untuk menjaga anak-anak.

Jika kita merasa khawatir meninggalkan anak hanya dengan pengasuhnya saja di rumah, kita bisa menitipkan anak-anak ke orang tua tetapi dengan membawa pengasuhnya juga. Sehingga, orang tua tidak kerepotan untuk menjaga anak-anak dan hanya mengawasi saja.

Jika ayah dan ini merasa terdapat hal yang perlu dilakukan konsultasi dan assasment Psikologiu silahkan hubungi nomer yang tertera

Maria Ulfah M.Psi, Psikolog
Share

LAYANAN PSIKOLOGI PROFESIONAL

LAYANAN PSIKOLOGI

  • KONSULTASI PSIKOLOGIS ANAK DAN REMAJA
  • TES KEPRIBADIAN
  • TES IQ
  • TES IQ PENJURUSAN SEKOLAH / KULIAH
  • TES CQ / TES KRATIFITAS
  • TES KEMATANGAN SEKOLAH
  • TES MINAT & BAKAT
  • INDIVIDUAL NEED TEST
  • TES RELASI SOSIAL DAN KONSEP DIRI
  • TES PRESTASI / SIKAP KERJA
  • EVALUASI TUMBUH KEMBANG
  • TERAPI BERMAIN / PLAY THERAPY
  • TERAPI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
  • PAKET ASSESSMENT PSIKOLOGI
Share

Anak Suka Memegang dan Menggesekkan Alat Kelaminnya, Normalkah?

Anak Suka Memegang dan Menggesekkan Alat Kelaminnya, Normalkah?

Pada usia balita, anak sedang berada pada fase Phallic. Pada fase ini anak mulai memahami perbedaan gender antara laki-laki dan perempuan. Anak juga senang mengeksplorasi alat kelaminnya, sama seperti ia mengenali anggota tubuh lainnya seperti rambut, tangan, mata, atau hidungnya. Fase ini merupakan salah satu tahapan perkembangan yang normal pada anak.

Saat Parents melihat anak mulai memegang atau menggesekkan alat kelaminnya, coba jelaskan padanya bahwa perilaku tersebut bisa membuat alat kelamin menjadi lecet atau luka. Kemudian alihkan perhatiannya dengan aktivitas lain yang lebih menarik, misalnya bermain sepeda.

Hindari untuk memarahi anak ya, Parents. Karena anak kemungkinan tidak memahami apa yang ia lakukan.

Semoga bermanfaat

 

Share

PENGGUNAAN GADGET YANG EFFECTIVE

PENGGUNAAN GADGET

Salah satu dampak penggunaan gadget pada anak adalah paparan konten pornografi yang (dengan) sengaja atau tanpa sengaja bisa saja terhubung dengan anak.

Kemudahan akses internet dan kurangnya pengawasan orang tua menjadi hal yang paling mengkhawatirkan hingga saat ini.

Paparan konten pornografi secara terus menerus bisa membuat anak menjadi adiksi pornografi dan bahkan dapat membuat anak mempraktikkan apa yang ia lihat.

Orang tua adalah orang yang paling utama yang dapat membuat anak terhindar dari paparan konten tersebut.

 

 

Kuncinya :

 

 

 

FASILITASI, memberikan media gadget pada anak untuk bermain internet dengan pilihan positive (Mode Anak)

 

 

 

BATASI, meskipun anak boleh bermain gadget tetap harus ada batasannya. Konten apa yang boleh di akses dan konten apa saja yang tidak, termasuk waktu untuk bermain gadget

dan

 

DAMPINGI, saat anak bermain gadget orang tua wajib mendampingi. Jangan biarkan anak bermain gadget sendiri tanpa pengawasan orang tuanya

Share

Tes IQ Anak Toodler, TK, SD, SMP dan SMA

Tes IQ Anak Toodler, TK, SD, SMP dan SMA

PRAKTEK PSIKOLOG

By : Maria Ulfah S. Psi., M. Psi., Psikolog

Telepon 021-5595-3676 / WA-0821 1018 6075

Usia anak adalah usia emas perkembangan otak, mereka akan belajar serta menyerap apa yang dia lihat, dia dengar serta mencoba apa saja yang dia temui di lingkungannya.

Setiap anak masing-masing memiliki potensi yang berbeda, untuk itu sebaiknya kita sebagai orang tua dapat mengerti dan mengetahui untuk membimbing sesuai dengan minat anak.

LAYANAN PSIKOLOGI

  • KONSULTASI PSIKOLOGIS ANAK DAN REMAJA
  • TES KEPRIBADIAN
  • TES IQ
  • TES IQ PENJURUSAN SEKOLAH / KULIAH
  • TES CQ / TES KRATIFITAS
  • TES KEMATANGAN SEKOLAH
  • TES MINAT & BAKAT
  • INDIVIDUAL NEED TEST
  • TES RELASI SOSIAL DAN KONSEP DIRI
  • TES PRESTASI / SIKAP KERJA
  • EVALUASI TUMBUH KEMBANG
  • TERAPI BERMAIN / PLAY THERAPY
  • TERAPI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
  • PAKET ASSESSMENT PSIKOLOGI

Bunda dan Ayah dapat langsung mendatangi lokasi yang tertera dan dapat juga untuk menghubungi pada nomer telephone yang telah tersedia.

Terima kasih atas kepercayaan Bunda / Ayah kepada kami

Share

Test IQ Menggunakan Jasa Psikolog atau Komputer

Terdapat berbagai macam persepsi dari proses atau Test IQ, untuk itu kami mencoba memberikan pandangan serta pemahaman yang singkat mengenai hal tersebut diatas.

Psikolog

Dalam hal ini Tester atau Psikolog dengan pengertiannya adalah seorang ahli dalam bidang praktik psikologi, bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental. Psikolog dapat dikategorikan ke dalam beberapa bidang tersendiri sesuai dengan cabang ilmu psikologi yang ditekuninya, baik itu Psikolog Klinis, Psikolog Pendidikan, dan Psikolog Industri.

Tetapi kata “Psikolog” lebih sering digunakan untuk menyebut Psikolog Klinis, psikolog yang bergerak di bidang kesehatan mental. Psikolog di Indonesia tergabung dalam organisasi profesi bernama HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia).

Dengan kata lain seorang Psikolog telah menempuh Pendidikan Sarjana Psikologi dan dilanjutkan dengan menempuh Pendidikan Magister Psikologi (Profesi Psikolog). Serta ditambah dengan mendapatkan SIUP (Surat Ijin Praktik Psikologi) yang dikeluarkan oleh HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia)

Komputer

Tes IQ berbasis komputer berupaya tidak menghilangkan kaidah ilmu psikologis. Dan tentunya dengan bantuan tenaga ahli / Psikolog serta dukungan team IT (Informatian Technologi) untuk membuat system agar dapat mudah diopeasikan dan menarik. Dengan adanya bantuan system computer tersebut, tes IQ dapat dilakukan tanpa membacakan soal kepada peserta tes dan hasil dari tes tersebut, dan hasil dapat dilihat dalam waktu yang cukup singkat. Tes IQ pun dapat dikemas secara lebih menarik dan berwarna sehingga tidak menimbulkan kejenuhan bagi yang mengerjakan. Skoring pun dapat dilakukan secara lebih praktis dan cepat.

Biasanya test dengan menggunakan metode ini adalah classical (jumlah banyak) dan juga diperuntukkan untuk test karyawan yang hendak masuk disuatu perusahaan bukan untuk test spesifik yang perlu adanya penanganan serta interaksi langsung dengan Tester / Tenaga Ahli Psikologi.

Namun test IQ yang belum tersertifikasi belum tentu dapat diterjemahkan atau bahkan diterima oleh Psikolog lain.

Kesimpulan :

Menurut pandangan kami, perlunya Tenaga Ahli yang langsung terlibat didalam psoses test untuk memastikan kebutuhan, keakuratan serta feedback yang diberikan oleh Testee (orang yang ditest) agar hasil tersebut dapat dipertanggung jawabkan. Meskipun metode ini membutuhkan biaya dan waktu yang cukup besar.

Tidak menjadi permasalahan jika menggunakan Komputer, untuk mendapatkan hasil yang dibutuhkan namun ada batasan / kaidah tertentu yang mengharuskan melakukan assasment kepada Psikolog

Untuk itu hal yang paling penting dalam laporan hasil pemeriksaan telah dilakukannya proses tersebut diantarannya tanda-tangan disertakan SIPP(Surat Ijin Praktik Psikolog) dari Himpunan Psikolog serta stempel yang menjadi validasi bahwa proses Test IQ tersebut benar-benar telah dilakukan oleh orang yang telah mendapat wewenang serta diakui.

Share

PERLUKAH ANAK DILAKUKAN TEST IQ

PERLUKAH ANAK DILAKUKAN TEST IQ

 

Banyak dari orang tua menanyakan segala hal tentang Test IQ (Intelligence Quotient ). Baik itu Apa Test IQ, Siapa yang melakukan kegiatan Test IQ, Kapan waktu pelaksanaan Test IQ, Mengapa dilakukannya Test IQ dan Bagaimana dilakukannya Test IQ. Serta hal yang tidak kalah penting yaitu “Apa yang didapat untuk orang tua setelah melaksanakn Test IQ.

Segala pertanyaan yang Ayah-Bunda butuhkan sekiranya dapat kami jelaskan pada tanya-jawab dibawah, yang mana hal tersebut kami simpulkan berdasar mayoritas pertanyaan yang datan kepada kami

Pertanyaan(P) dan Jawaban(J)

1. P :Apa itu IQ dan Test IQ ?

J  : (bahasa Inggris: intelligence quotient, disingkat IQ) adalah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, dan belajar. Kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh individu. Kecerdasan dapat diukur dengan menggunakan alat psikometri yang biasa disebut sebagai tes IQ. Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa IQ merupakan usia mental yang dimiliki manusia berdasarkan perbandingan usia kronologis.

Intelegent quotient atau IQ ialah angka yang mana menjelaskan tingkat kecerdasan seseorang yang dibandingkan dengan sesamanya dalam satu populasi. Definisi asli dari IQ adalah mengukur kecerdasan dari anak-anak ketika: IQ adalah sebuah rasio dari umur secara mental dibagi umur secara fisik dan dikalikan dengan angka 100. Umur secara mental dihitung berdasarkan dasar dari rata-rata hasil di dalam sebuah tes yang dibagi dalam setiap kategori umur.

2. P: Siapa yang melakukan kegiatan Test IQ

J : a. Dalam hal ini umumnya terdapat 2 orang yang melakukannya yang Pertama(1st) Tester atau Psikolog  dengan pengertiannya adalah seorang ahli dalam bidang praktik psikologi, bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental. Psikolog dapat dikategorikan ke dalam beberapa bidang tersendiri sesuai dengan cabang ilmu psikologi yang ditekuninya, misalnya Psikolog Klinis, Psikolog Pendidikan, dan Psikolog Industri. Tetapi kata “Psikolog” lebih sering digunakan untuk menyebut Psikolog Klinis, psikolog yang bergerak di bidang kesehatan mental. Psikolog di Indonesia tergabung dalam organisasi profesi bernama HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia).

Dengan kata lain seorang Psikolog telah menempuh Pendidikan Sarjana Psikologi dan dilanjutkan dengan menempuh Pendidikan Magister Psikologi (Profesi Psikolog). Serta ditambah dengan mendapatkan SIUP (Surat Ijin Praktik Psikologi) yang dikeluarkan oleh HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia)

b. Kedua (2nd) yaitu Testee (testi) adalah orang seseorang baik itu usia dini maupun dewasa yang dilakukan serta bersedia untuk melaksanakan proses Test IQ atau test lainnya sesuai dengan kebutuhan.

3. P : Kapan waktu pelaksanaan Test IQ

J : Waktu yang optimal adalah pagi hari (malam sebelumnya istirahat cukup) dan sebaiknya sarapan yang cukup sebelum dilakukan test. Serta pastikan kondisi tubuh sehat.

4. P : Mengapa dilakukannya Test IQ

J :

  • Dapat mengetahui tingkat kecerdasan anak ataupun dewasa. Serta dapat membantu mencari tahu faktor prestasi anak yang tidak berkembang / terhambat.
  • Melihat potensi didalam diri anak sehingga dapat dioptimalkan untuk masa depannya sesuai dengan minat dan bakatnya.
  • Mengetahui hambatan yang dialami anak dalam proses belajar atau beradaptasi dengan lingkungan. Dengan begitu bisa dicari solusi yang terbaik untuk memecahkan persoalannya.
  • Membantu orangtua membuat rancangan masa depan anak baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Dengan begitu, masa depan anak lebih terarah sesuai potensi kemampuannya.

5. P : Bagaimana dilakukannya Test IQ

J  : Pemeriksaan inteligensi yang benar tidak hanya menghasilkan 1 skor IQ tunggal, melainkan kumpulan dari berbagai skor. Beberapa di antara skor IQ adalah daya tangkap, daya ingat, kemampuan konsentrasi, kemampuan analisis-sintesis, kemampuan matematika, kemampuan bahasa, dll. Tes IQ yang baik (ini rahasia: sebetulnya para psikolog lebih suka menyebutnya ‘pemeriksaan inteligensi’, bukan tes IQ) juga akan mampu mengukur sikap kerja seperti ketelitian, kecepatan kerja, ataupun sistematika kerja. Sikap kerja yang baik dapat diinterpretasikan berbagai hal, salah satunya kesiapan anak untuk bersekolah.

Pada anak-anak bermasalah, selain mendapatkan skor IQ, psikolog juga mendapatkan berbagai data lain, misalnya jenis gangguan yang mungkin dialami anak, mulai dari gangguan perkembangan sampai gangguan kepribadian. Data-data tersebut kemudian jadi bala bantuan dalam menegakkan diagnosis.

Karena banyaknya kumpulan skor, maka bisa saja dua anak yang memiliki skor IQ total yang sama, misalnya sama-sama ber-IQ 110 tapi ternyata memiliki kemampuan yang berbeda, karena skor-skor di dalamnya berbeda. Oleh karena itu sebetulnya memprediksi prestasi anak hanya dari satu skor IQ saja sangat mungkin menghasilkan prediksi yang kurang tepat.

 

KLASIFIKASI ANGKA KECERDASAN

70 - 79 = Tingkat IQ rendah atau keterbelakangan mental

80 - 90 = Tingkat IQ rendah yang masih dalam kategori normal (Dull Normal)

91 - 110 = Tingkat IQ normal atau rata-rata

111 - 120 = Tingkat IQ tinggi dalam kategori normal (Bright Normal)

120 - 130 = Tingkat IQ superior 131 atau lebih = Tingkat IQ sangat superior atau jenius.
Share