TIPS MENGELOLA STRES PADA ANAK

Hal yang perlu orang tua ingat ketika menemukan indikasi anak mengalami stress adalah menghindari panik berlebihan, karena yang ada nanti anda juga mengalami stress dan tidak bisa membantu anak anda dengan baik.

child stres

Terdapat beberapa tips bagi pada orang tua untuk mengelola stress anak yang bisa diaplikasikan sesuai kebutuhan.

  1. Kenali dan ketahui dengan baik terkait penyebab anak stress
  2. Hargai perasaan anak ketika ia sedang mengalami stress
  3. Rencanakan tanggapan yang akan anda berikan kepada anak.
  4. Bantu anak tidur dengan rileks dan nyaman
  5. Segera selesaikan masalah yang merupakan penyebab anak stress agar anak tidak stress berkepanjangan sampai mengganggu kesehariannya terlalu lama.
  6. Jalin kerja sama dengan guru untuk atasi kendala di sekolah.
  7. Jadilah tokoh panutan untuk anak.

#stresanak

#rileks

#konsultasi

#psikolog

#psikologanak

Share

KENALI GEJALA STRES PADA ANAK

Seperti orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami stres lho. Dan seringkali mereka nggak bisa mengungkapkan kondisi ini dan lebih sering menunjukkannya dengan perilaku.

Gejala Stres Pada Anak

Apa saja gejala stres yang biasa terjadi pada anak?

Berikut lima gejala yang sering terjadi pada anak saat mengalami stres :

  1. JADI SUKA MENYENDIRI
    Jika sebelumnya anak terlihat ceria dan membuka diri untuk bergaul, tiba-tiba anak berubah menjadi lebih sering menyendiri dan menghindari kegiatan bersama, kemungkinan besar ada sesuatu yang membuat anak menjadi stres.
  2. PERUBAHAN NAFSU MAKAN
    Anak menjadi semakin banyak makannya atau justru keinginannya untuk makan menjadi berkurang tidak seperti biasanya, bisa jadi tanda bahwa anak sedang mengalami stres.
  3. MUNCUL PERILAKU NEGATIF
    Munculnya perilaku anak yang menjadi sulit diatur, keras kepala, suka membantah, menjadi lebih rewel adalah gejala stres yang juga bisa diamati orang tua. Perilaku-perilaku negatif ini jika tidak disadari orang tua, malah menimbulkan masalah baru bagi anak. Anak bisa saja malah mendapatkan hukuman, karena orang tua merasa tidak dipatuhi. Hal ini akan membuat anak menjadi semakin stres.
  4. MUDAH TERSINGGUNG
    Perubahan stabilitas emosi menjadi lebih mudah marah atau kesal pada hal-hal yang biasanya tidak mengganggu anak, menjadi salah satu gejala stres yang harus diperhatikan oleh orang tua. Coba perhatikan ledakan-ledakan amarah anak, bisa jadi sebenarnya hal tersebut adalah bentuk luapan emosi anak yang sedang stres.
  5. KEMUNDURAN KEMAMPUAN
    Menurunnya kemampuan anak, bisa jadi salah satu dari tanda anak sedang stres. Misalnya, konsentrasinya yang menurun saat belajar sehingga mempengaruhi nilai-nilai pelajarannya. Atau bisa juga terjadi pada anak yang sebelumnya sudah berhasil toilet training, tiba-tiba menjadi sering mengompol lagi.

Yuk, kenali gejala stres pada anak sedini mungkin agar kondisi stres yang ia alami tidak berkepanjangan yang bisa mengganggu kesehatan fisik dan mentalnya.

#parenting #parentingtips #kesehatanmental #sehatmental #kesehatananak #perkembangananak #anaksehat #psikologanak #psikologi #psikolog #mariaulfahpsikolog

Share

* BATASAN WAKTU UNTUK ANAK BERMAIN GADGET SESUAI USIANYA *

Berapa lama sih waktu yang diperbolehkan untuk anak screen time (bermain gadget, laptop, menonton TV, atau penggunaan layar lainnya)?

Penggunaan gadget pada anak haruslah di bawah kontrol orang tua.

Ada batasan waktu yang seharusnya diberikan untuk anak bermain gadget. Dan orang tua juga wajib mengarahkan anak, konten-konten apa saja yang boleh untuk di akses.

Berapa lama durasi maksimal untuk anak menggunakan gadget setiap harinya?

USIA 0-2 TAHUN :
tidak direkomendasikan sama sekali

USIA 2-3 TAHUN :
30 menit /hari dengan pendampingan orang tua

USIA 3-5 TAHUN :
1 jam /hari dengan arahan orang tua

USIA 5-6 TAHUN :
2 jam /hari dengan pengawasan orang tua

USIA 6-12 TAHUN :
2-4 jam /hari tetap dengan pengawasan orang tua

Waktu tersebut juga termasuk untuk menonton televisi, bermain laptop, tablet, atau perangkat layar lainnya.

Tetap bijak saat memberikan gadget pada anak ya, Parents.

Ingat 3 kuncinya :

  1. Fasilitasi
  2. Awasi
  3. Batasi

Untuk lebih mudah memahaminya silahkan klik link ini ya dan hubungi Instagram mariaulfahpsi

parenting #parentinganak #parentingtips #perkembangananak #tumbuhkembanganak #anakhebat #psikologianak #mariaulfahpsikolog #psikolog

Share

Suka Menitipkan Anak ke Orang Tua? Simak Tipsnya

Beberapa ibu dan ayah yang bekerja, biasanya menitipkan anaknya ke orang tua (nenek/kakek). Tentu saja orang tua kita tidak akan menolak ketika cucunya dititipkan untuk beliau jaga selama kita bekerja. Akan tetapi harus kita sadari, usia orang tua kita yang semakin senja membuat mereka mengalami penurunan secara fisik maupun psikologis. Jadi, sebaiknya jangan bebani orang tua kita untuk menjaga anak-anak.

Jika kita merasa khawatir meninggalkan anak hanya dengan pengasuhnya saja di rumah, kita bisa menitipkan anak-anak ke orang tua tetapi dengan membawa pengasuhnya juga. Sehingga, orang tua tidak kerepotan untuk menjaga anak-anak dan hanya mengawasi saja.

Jika ayah dan ini merasa terdapat hal yang perlu dilakukan konsultasi dan assasment Psikologiu silahkan hubungi nomer yang tertera

Maria Ulfah M.Psi, Psikolog
Share

Test IQ Anak, Test IQ Remaja dan Test IQ Dewasa

Tes IQ Anak Toodler, TK, SD, SMP dan SMA

PRAKTEK PSIKOLOG

By : Maria Ulfah S. Psi., M. Psi., Psikolog

Telepon 021-5595-3676 / WA-0821 1018 6075

Disegala usia akan mengalami perkembangan otak, mereka akan belajar serta menyerap apa yang dilihat, didengar serta mencoba apa saja yang di temui di lingkungannya. Hal tersebut dapat mempengaruhi akan kemampuan cara berfikir seseorang.

Disisi lain diperlukan Test IQ untuk menentukan batas kesesuaian dalam proses belajar ataupun penerimaan kerja calon karyawan

LAYANAN PSIKOLOGI

  • KONSULTASI PSIKOLOGIS ANAK, REMAJA DAN DEWASA
  • TES KEPRIBADIAN
  • TES IQ
  • TES IQ PENJURUSAN SEKOLAH / KULIAH / PEKERJAAN
  • TES CQ / TES KRATIFITAS
  • TES KEMATANGAN SEKOLAH
  • TES MINAT & BAKAT
  • INDIVIDUAL NEED TEST
  • TES RELASI SOSIAL DAN KONSEP DIRI
  • TES PRESTASI / SIKAP KERJA
  • EVALUASI TUMBUH KEMBANG
  • TERAPI BERMAIN / PLAY THERAPY
  • TERAPI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
  • PAKET ASSESSMENT PSIKOLOGI

Anda dapat langsung mendatangi lokasi yang tertera dan dapat juga untuk menghubungi pada nomer telephone yang telah tersedia.

Terima kasih atas kepercayaan Bunda / Ayah kepada kami

Layanan kami dapat dengan cepat menyesuikan kebutuhan waktu Bpak dan Ibu untuk langsung dilakukan Konsultasi maupun Assasment. Serta yang tidak kalah penting adalah kami dapat menyesuaikan waktu untuk hasil yang lebih cepat dalam menyelesaikan laopran assesment.

Share

TIPS AMAN AJAK ANAK-ANAK KE MALL :

  1. Sebelum sampai di mall jelaskan pada anak, kalau di mall banyak orang asing dan anak harus selalu berada di dekat orang tua (tidak berjalan atau berlari sendiri). Bicarakan dengan bahasa yang mudah dipahami anak ya, Parents.
  2. Ajarkan anak untuk menyebutkan namanya, dan mengingat nama ayah dan ibunya. Perlu juga untuk menyelipkan catatan identitas beserta nomor telepon yang bisa dihubungi di baju atau celana anak.
  3. Beritahu anak, siapa-siapa saja yang bisa ia datangi jika terpisah dari ortu. Seperti : security, SPG di mall atau karyawan di outlet yang mengenakan baju seragam. Perlu juga dilakukan role-play dan tunjukkan pada anak siapa yang dimaksud dengan security atau karyawan di mall. Dan ingatkan anak, agar tidak mudah mengikuti orang lain.

  1. Berikut contoh / simulasi mengenai tips diatas : https://www.instagram.com/reel/CfVypOFISF2/

Note : Baik juga gunakan tali pengaman untuk anak, biasanya banyak di jual di baby shop. Atau jam tangan yang bisa memantau keberadaan anak.

#tipsparenting #tipsanak #parenting #anaksehat #mall #jalanjalan #liburananak #anak #orangtua #psikologanak #psikolog

Share

LAYANAN PSIKOLOGI PROFESIONAL

LAYANAN PSIKOLOGI

  • KONSULTASI PSIKOLOGIS ANAK DAN REMAJA
  • TES KEPRIBADIAN
  • TES IQ
  • TES IQ PENJURUSAN SEKOLAH / KULIAH
  • TES CQ / TES KRATIFITAS
  • TES KEMATANGAN SEKOLAH
  • TES MINAT & BAKAT
  • INDIVIDUAL NEED TEST
  • TES RELASI SOSIAL DAN KONSEP DIRI
  • TES PRESTASI / SIKAP KERJA
  • EVALUASI TUMBUH KEMBANG
  • TERAPI BERMAIN / PLAY THERAPY
  • TERAPI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
  • PAKET ASSESSMENT PSIKOLOGI
Share

CARA MENGAJARKAN ANAK AGAR MENJADI LEBIH SOPAN SANTUN DALAM BERPERILAKU?

Saat kita mengajarkan norma kesopanan atau perilaku sopan santun pada anak. Ada beberapa hal yang harus dipahami oleh orang tua :
1. Memberikan contoh pada anak cara bersikap sopan. Contoh, orang tua tidak segan mengucapkan kata “tolong” saat meminta anak mengambil sesuatu, kata “maaf” saat orang tua berbuat salah pada anak, dan kata “terima kasih” saat anak berbuat hal baik. Dengan demikian, anak tidak hanya mendapatkan ajaran secara teori, tetapi contoh konkret yang diberikan oleh orang tuanya.
2. Berikan alasan mengapa anak harus beperilaku sopan. Selain membiasakan anak berperilaku sopan santun, sertai juga alasan yang logis dan mudah dipahami anak. Oleh karena itu, selain terbiasa berperilaku sopan anak juga paham mengapa ia berperilaku seperti yg dianjurkan.
3. Hindari bentakan atau mengoreksinya di depan umum saat anak melakukan hal yang kurang sopan. Orang tua dapat menegur anak secara halus, dan apabila ada di rumah, coba anak untuk berdiskusi mengenai sikapnya tersebut. Dengarkan juga pendapatnya dan sampaikan alasan kita mengapa perilakunya dinilai kurang sopan.
4. Hindari penggunaan alasan yang tidak logis dan menakut-nakuti anak agar anak mau mengikuti aturan. Seperti “awas ada hantu, gelap, nanti di pukul Ayah, dan lain sebagainya”. Kata-kata seperti ini hanya akan membuat anak menjadi penakut dan ia tidak memahami alasan sebenarnya mengapa ia harus berperilaku sopan santun.
5. Jangan ragu untuk memberikan pujian sebagai bentuk apresiasi kita sebagai orang tua atas perilakunya yg baik. Dengan begitu, anak akan merasa dihargai dan perilaku baik tersebut akan cenderung melekat dalam dirinya.

 

Pada usia balita, anak sedang berada pada fase Phallic. Pada fase ini anak mulai memahami perbedaan gender antara laki-laki dan perempuan. Anak juga senang mengeksplorasi alat kelaminnya, sama seperti ia mengenali anggota tubuh lainnya seperti rambut, tangan, mata, atau hidungnya. Fase ini merupakan salah satu tahapan perkembangan yang normal pada anak.

Saat Parents melihat anak mulai memegang atau menggesekkan alat kelaminnya, coba jelaskan padanya bahwa perilaku tersebut bisa membuat alat kelamin menjadi lecet atau luka. Kemudian alihkan perhatiannya dengan aktivitas lain yang lebih menarik, misalnya bermain sepeda.

Hindari untuk memarahi anak ya, Parents. Karena anak kemungkinan tidak memahami apa yang ia lakukan.

Semoga bermanfaat

Kunjungi juga, untuk pertanyaan lainnya :

Instagram : @mariaulfahpsi

Youtube : Maria Ulfah Psikolog

Share