Mengenal Baby Blues Syndrom

Sekitar 80% wanita pasca melahirkan dapat mengalami Baby Blues Syndrome. Baby blues syndrome adalah perubahan hormonal yang mempengaruhi suasana hati pada wanita yang baru saja melahirkan. Itu sebabnya wanita pasca melahirkan rentan merasa sedih, mudah marah, mudah tersinggung, atau perubahan-perubahan emosional lainnya.

Salah satu penyebabnya bisa karena adanya adaptasi tugas-tugas baru yang harus dijalani oleh ibu pasca melahirkan. Jika sebelumnya ibu memiliki banyak waktu untuk dirinya sendiri, setelah melahirkan otomatis ada bayi yang harus ia urus, mulai dari menyusui atau menyiapkan sufor, membersihkan kotoran dan memandikan bayinya, bahkan terjaga di malam hari untuk menemani bayinya begadang karena siklus tidur pada bayi yang baru lahir memang belum teratur.

Kondisi seperti ini, membuat wanita pasca melahirkan menjadi lelah secara psikis. Ditambah juga dengan kondisi fisiknya yang sedang dalam masa pemulihan dari proses persalinan. Baby blues syndrome cenderung menetap sekitar 2 sampai dengan 4 minggu, dan akan hilang dengan sendirinya setelah wanita pasca melahirkan mulai bisa menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi.

Dukungan dari keluarga terutama pasangan, bantuan orang-orang di sekitarnya, atau kemampuan wanita pasca melahirkan untuk mengatur dan menjalani tugas-tugasnya dengan baik, dapat membantu wanita pasca melahirkan melewati kondisi baby blues syndrome.

#baby blues syndrome

#babyblues

#babybluessyndrome

Share

Suka Menitipkan Anak ke Orang Tua? Simak Tipsnya

Beberapa ibu dan ayah yang bekerja, biasanya menitipkan anaknya ke orang tua (nenek/kakek). Tentu saja orang tua kita tidak akan menolak ketika cucunya dititipkan untuk beliau jaga selama kita bekerja. Akan tetapi harus kita sadari, usia orang tua kita yang semakin senja membuat mereka mengalami penurunan secara fisik maupun psikologis. Jadi, sebaiknya jangan bebani orang tua kita untuk menjaga anak-anak.

Jika kita merasa khawatir meninggalkan anak hanya dengan pengasuhnya saja di rumah, kita bisa menitipkan anak-anak ke orang tua tetapi dengan membawa pengasuhnya juga. Sehingga, orang tua tidak kerepotan untuk menjaga anak-anak dan hanya mengawasi saja.

Jika ayah dan ini merasa terdapat hal yang perlu dilakukan konsultasi dan assasment Psikologiu silahkan hubungi nomer yang tertera

Maria Ulfah M.Psi, Psikolog
Share

Test IQ Anak, Test IQ Remaja dan Test IQ Dewasa

Tes IQ Anak Toodler, TK, SD, SMP dan SMA

PRAKTEK PSIKOLOG

By : Maria Ulfah S. Psi., M. Psi., Psikolog

Telepon 021-5595-3676 / WA-0821 1018 6075

Disegala usia akan mengalami perkembangan otak, mereka akan belajar serta menyerap apa yang dilihat, didengar serta mencoba apa saja yang di temui di lingkungannya. Hal tersebut dapat mempengaruhi akan kemampuan cara berfikir seseorang.

Disisi lain diperlukan Test IQ untuk menentukan batas kesesuaian dalam proses belajar ataupun penerimaan kerja calon karyawan

LAYANAN PSIKOLOGI

  • KONSULTASI PSIKOLOGIS ANAK, REMAJA DAN DEWASA
  • TES KEPRIBADIAN
  • TES IQ
  • TES IQ PENJURUSAN SEKOLAH / KULIAH / PEKERJAAN
  • TES CQ / TES KRATIFITAS
  • TES KEMATANGAN SEKOLAH
  • TES MINAT & BAKAT
  • INDIVIDUAL NEED TEST
  • TES RELASI SOSIAL DAN KONSEP DIRI
  • TES PRESTASI / SIKAP KERJA
  • EVALUASI TUMBUH KEMBANG
  • TERAPI BERMAIN / PLAY THERAPY
  • TERAPI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
  • PAKET ASSESSMENT PSIKOLOGI

Anda dapat langsung mendatangi lokasi yang tertera dan dapat juga untuk menghubungi pada nomer telephone yang telah tersedia.

Terima kasih atas kepercayaan Bunda / Ayah kepada kami

Layanan kami dapat dengan cepat menyesuikan kebutuhan waktu Bpak dan Ibu untuk langsung dilakukan Konsultasi maupun Assasment. Serta yang tidak kalah penting adalah kami dapat menyesuaikan waktu untuk hasil yang lebih cepat dalam menyelesaikan laopran assesment.

Share

TIPS AMAN AJAK ANAK-ANAK KE MALL :

  1. Sebelum sampai di mall jelaskan pada anak, kalau di mall banyak orang asing dan anak harus selalu berada di dekat orang tua (tidak berjalan atau berlari sendiri). Bicarakan dengan bahasa yang mudah dipahami anak ya, Parents.
  2. Ajarkan anak untuk menyebutkan namanya, dan mengingat nama ayah dan ibunya. Perlu juga untuk menyelipkan catatan identitas beserta nomor telepon yang bisa dihubungi di baju atau celana anak.
  3. Beritahu anak, siapa-siapa saja yang bisa ia datangi jika terpisah dari ortu. Seperti : security, SPG di mall atau karyawan di outlet yang mengenakan baju seragam. Perlu juga dilakukan role-play dan tunjukkan pada anak siapa yang dimaksud dengan security atau karyawan di mall. Dan ingatkan anak, agar tidak mudah mengikuti orang lain.

  1. Berikut contoh / simulasi mengenai tips diatas : https://www.instagram.com/reel/CfVypOFISF2/

Note : Baik juga gunakan tali pengaman untuk anak, biasanya banyak di jual di baby shop. Atau jam tangan yang bisa memantau keberadaan anak.

#tipsparenting #tipsanak #parenting #anaksehat #mall #jalanjalan #liburananak #anak #orangtua #psikologanak #psikolog

Share

LAYANAN PSIKOLOGI PROFESIONAL

LAYANAN PSIKOLOGI

  • KONSULTASI PSIKOLOGIS ANAK DAN REMAJA
  • TES KEPRIBADIAN
  • TES IQ
  • TES IQ PENJURUSAN SEKOLAH / KULIAH
  • TES CQ / TES KRATIFITAS
  • TES KEMATANGAN SEKOLAH
  • TES MINAT & BAKAT
  • INDIVIDUAL NEED TEST
  • TES RELASI SOSIAL DAN KONSEP DIRI
  • TES PRESTASI / SIKAP KERJA
  • EVALUASI TUMBUH KEMBANG
  • TERAPI BERMAIN / PLAY THERAPY
  • TERAPI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
  • PAKET ASSESSMENT PSIKOLOGI
Share

PENGGUNAAN GADGET YANG EFFECTIVE

PENGGUNAAN GADGET

Salah satu dampak penggunaan gadget pada anak adalah paparan konten pornografi yang (dengan) sengaja atau tanpa sengaja bisa saja terhubung dengan anak.

Kemudahan akses internet dan kurangnya pengawasan orang tua menjadi hal yang paling mengkhawatirkan hingga saat ini.

Paparan konten pornografi secara terus menerus bisa membuat anak menjadi adiksi pornografi dan bahkan dapat membuat anak mempraktikkan apa yang ia lihat.

Orang tua adalah orang yang paling utama yang dapat membuat anak terhindar dari paparan konten tersebut.

 

 

Kuncinya :

 

 

 

FASILITASI, memberikan media gadget pada anak untuk bermain internet dengan pilihan positive (Mode Anak)

 

 

 

BATASI, meskipun anak boleh bermain gadget tetap harus ada batasannya. Konten apa yang boleh di akses dan konten apa saja yang tidak, termasuk waktu untuk bermain gadget

dan

 

DAMPINGI, saat anak bermain gadget orang tua wajib mendampingi. Jangan biarkan anak bermain gadget sendiri tanpa pengawasan orang tuanya

Share

TEST KEMATANGAN SEKOLAH MASUK SD

PASTIKAN PUTRA/PUTRI ANDA MATANG, SETELAHNYA BISA MASUK SEKOLAH

Dalam mengetahui apakah Putra/Putri kita telah siap memasuki dunia sekolah, dimana butuh kematangan dari berbagai sudut kesiapan anak (emosi, berfikir, sosialisasi, komunikasi, menyelesaikan masalah, interaksi sesama dan lainnya).

Metode penggukuran salah satu diantaranya menggunakan alat ukur NST (Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test)  yang disusun oleh Prof F.J. Monks, Drs. Rost, dan Drs. N.H. Coffie dari Belanda. Semua alat ukur yang terverifikasi hanya bisa didapatkan oleh Psikolog yang memiliki Ijin Praktek dengan kata lain tidak semua orang bisa menggunakan apalagi menterjemahkan hasil valid yang merupakan pegangan orang tua untuk kesekolah tujuan.

Tes masuk SD ini sebaiknya dilakukan agar Putra/Putri dari Bapak/Ibu siap menghadapi kurikulum pendidikan yang kita ketahui cukup padat dimana perlu kesiapan dalam menghadapinya, terlebih ada tambahan pekerjaan rumah (PR) yang diberikan. Hal tersebut juga berhubungan dengan kemampuan atau menyesuaikan diri anak ke lingkungan yang baru.

Semestinya kita perlu memastikan dan menanyakan kepada Psikolog Anak dan Remaja yaitu Ibu Maria Ulfah apakah dinilai dari semua sudut pandang Psikologi, “apakah anak saya siap masuk SD” ?

#tes kematangan sekolah, #test masuk sd, #tes masuk sekolah

Dimana kami bisa bertemu dengan Psikolog Anak dan Remaja ?












 

 

Share

Tes IQ Anak Toodler, TK, SD, SMP dan SMA

Tes IQ Anak Toodler, TK, SD, SMP dan SMA

PRAKTEK PSIKOLOG

By : Maria Ulfah S. Psi., M. Psi., Psikolog

Telepon 021-5595-3676 / WA-0821 1018 6075

Usia anak adalah usia emas perkembangan otak, mereka akan belajar serta menyerap apa yang dia lihat, dia dengar serta mencoba apa saja yang dia temui di lingkungannya.

Setiap anak masing-masing memiliki potensi yang berbeda, untuk itu sebaiknya kita sebagai orang tua dapat mengerti dan mengetahui untuk membimbing sesuai dengan minat anak.

LAYANAN PSIKOLOGI

  • KONSULTASI PSIKOLOGIS ANAK DAN REMAJA
  • TES KEPRIBADIAN
  • TES IQ
  • TES IQ PENJURUSAN SEKOLAH / KULIAH
  • TES CQ / TES KRATIFITAS
  • TES KEMATANGAN SEKOLAH
  • TES MINAT & BAKAT
  • INDIVIDUAL NEED TEST
  • TES RELASI SOSIAL DAN KONSEP DIRI
  • TES PRESTASI / SIKAP KERJA
  • EVALUASI TUMBUH KEMBANG
  • TERAPI BERMAIN / PLAY THERAPY
  • TERAPI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
  • PAKET ASSESSMENT PSIKOLOGI

Bunda dan Ayah dapat langsung mendatangi lokasi yang tertera dan dapat juga untuk menghubungi pada nomer telephone yang telah tersedia.

Terima kasih atas kepercayaan Bunda / Ayah kepada kami

Share

Test IQ Menggunakan Jasa Psikolog atau Komputer

Terdapat berbagai macam persepsi dari proses atau Test IQ, untuk itu kami mencoba memberikan pandangan serta pemahaman yang singkat mengenai hal tersebut diatas.

Psikolog

Dalam hal ini Tester atau Psikolog dengan pengertiannya adalah seorang ahli dalam bidang praktik psikologi, bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental. Psikolog dapat dikategorikan ke dalam beberapa bidang tersendiri sesuai dengan cabang ilmu psikologi yang ditekuninya, baik itu Psikolog Klinis, Psikolog Pendidikan, dan Psikolog Industri.

Tetapi kata “Psikolog” lebih sering digunakan untuk menyebut Psikolog Klinis, psikolog yang bergerak di bidang kesehatan mental. Psikolog di Indonesia tergabung dalam organisasi profesi bernama HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia).

Dengan kata lain seorang Psikolog telah menempuh Pendidikan Sarjana Psikologi dan dilanjutkan dengan menempuh Pendidikan Magister Psikologi (Profesi Psikolog). Serta ditambah dengan mendapatkan SIUP (Surat Ijin Praktik Psikologi) yang dikeluarkan oleh HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia)

Komputer

Tes IQ berbasis komputer berupaya tidak menghilangkan kaidah ilmu psikologis. Dan tentunya dengan bantuan tenaga ahli / Psikolog serta dukungan team IT (Informatian Technologi) untuk membuat system agar dapat mudah diopeasikan dan menarik. Dengan adanya bantuan system computer tersebut, tes IQ dapat dilakukan tanpa membacakan soal kepada peserta tes dan hasil dari tes tersebut, dan hasil dapat dilihat dalam waktu yang cukup singkat. Tes IQ pun dapat dikemas secara lebih menarik dan berwarna sehingga tidak menimbulkan kejenuhan bagi yang mengerjakan. Skoring pun dapat dilakukan secara lebih praktis dan cepat.

Biasanya test dengan menggunakan metode ini adalah classical (jumlah banyak) dan juga diperuntukkan untuk test karyawan yang hendak masuk disuatu perusahaan bukan untuk test spesifik yang perlu adanya penanganan serta interaksi langsung dengan Tester / Tenaga Ahli Psikologi.

Namun test IQ yang belum tersertifikasi belum tentu dapat diterjemahkan atau bahkan diterima oleh Psikolog lain.

Kesimpulan :

Menurut pandangan kami, perlunya Tenaga Ahli yang langsung terlibat didalam psoses test untuk memastikan kebutuhan, keakuratan serta feedback yang diberikan oleh Testee (orang yang ditest) agar hasil tersebut dapat dipertanggung jawabkan. Meskipun metode ini membutuhkan biaya dan waktu yang cukup besar.

Tidak menjadi permasalahan jika menggunakan Komputer, untuk mendapatkan hasil yang dibutuhkan namun ada batasan / kaidah tertentu yang mengharuskan melakukan assasment kepada Psikolog

Untuk itu hal yang paling penting dalam laporan hasil pemeriksaan telah dilakukannya proses tersebut diantarannya tanda-tangan disertakan SIPP(Surat Ijin Praktik Psikolog) dari Himpunan Psikolog serta stempel yang menjadi validasi bahwa proses Test IQ tersebut benar-benar telah dilakukan oleh orang yang telah mendapat wewenang serta diakui.

Share

Plus minus pola asuh Kakek dan Nenek

Kakek dan nenek memang bisa menjadi tempat penitipan anak paling aman dan terpercaya. Namun demikian, pola asuh yang mereka terapkan pada cucu terkadang rawan konflik. Bagaimana cara mengatasinya?

Tak bisa dipungkiri, entah karena tuntutan pekerjaan atau yang lainnya, ayah dan bunda kerap harus menitipkan buah hatinya kepada orang lain. Kondisi tersebut tentu bukan hal yang mudah. Pasalnya, tidak semua orang bisa dipercaya untuk mejaga anak. Alih-alih aman, anak yang dititipkan pada orang lain terkadang ada yang diperlakukan dengan kasar.

Itu sebabnya, kebanyakan orangtua lebih memilih menitipkan anaknya pada kakek dan neneknya sendiri. Sebab bila dilihat dari segi keamanan, sudah tentu lebih terjamin. Selain itu, kakek dan nenek umumnya merupakan  sosok yang familiar dan dekat dengan anak sehingga menimbulkan rasa nyaman. Alhasil ketika anak ditinggal orangtua, rasa nyaman yang diberikan kakek dan nenek dapat sedikit mengobati rasa rindu mereka kepada ayah dan bundanya.

Kenali Rasa Sayang Kakek dan Nenek

Menurut Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog dari Balita Ceria Daycare, menitipkan anak pada kakek dan nenek memang  merupakan hal yang wajar dan rasional. Meski demikian, orangtua juga perlu memperhatikan, seperti apa ‘kategori sayang’ yang dicurahkan oleh kakek dan nenek kepada cucunya.

Sebagai contoh, saat dititipkan, kakek dan nenek sudah diberi pesan untuk tidak memberikan permen pada si kecil karena sedang sakit. Tapi pada praktiknya permen tetap diberikan karena cucunya merengek. Nah, dalam kondisi tersebut, ‘rasa sayang’ kakek dan neneknya sudah pasti melewati batas dan mengarah ke perilaku posesif. Bahkan, tak sedikit pula kakek dan nenek yang malah memberlakukan pola asuh permisif dengan jalan memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada cucunya.

“Bila ditinjau dari segi usia, contoh prilaku posesif maupun pola asuh permisif dari kakek dan nenek memang normal terjadi.  Pasalnya, di usia tersebut sudah pasti terjadi penurunan fisik dan kesehatan yang pada akhirnya akan mempengaruhi prilaku kakek dan nenek. Mereka jadi cenderung mencari hal-hal yang sifatnya menyenangkan, stabil, dan selaras. Maka wajar jika ditemui kakek dan nenek yang tidak menerapkan pola asuh ayah dan ibu.  Terlebih pada dasarnya kakek dan nenek sering menganggap cucu yang menangis itu seperti ‘tersakiti’. Karenanya, mereka lebih senang menuruti keinginan cucunya dan melonggarkan aturan agar si kecil merasa senang,” tutur Maria memberikan alasan.

Disinilah mulai timbul permasalahan. Dengan adanya pola asuh yang berbeda antara orangtua dengan kakek dan nenek, anak kerap menjadi bingung mana peraturan yang baik dan perlu dipatuhi. Pada akhirnya, anak tentu memiliki kecenderungan mencari peraturan yang lebih ringan dan menguntungkan mereka. Tak heran jika ingin sesuatu, mereka sudah tahu harus lari ke pihak mana agar keinginannya dapat dituruti. Hal ini tentu tidak bisa dibiarkan bukan? Karena itu orangtua hasus segera mencari solusinya

 Tips Menitipkan Anak ke Kakek dan Nenek

Lebih lanjut Maria menjelaskan bahwa perbedaan pola asuh itu sebenarnya dapat dijembatani. Caranya,  sebelum menitipkan anak, ada baiknya orangtua melihat kondisi fisik kakek dan neneknya terlebih dahulu. Apakah memang memungkinkan untuk menjaga anak? Baru setelah itu menanyakan kesediaan mereka untuk dititipkan anak. Mengapa harus melihat kondisi dulu? Karena jika ditanya terlebih dahulu, biasanya kakek dan nenek akan menjawab positif dan menerima untuk mengurus anak walaupun kondisi fisik mereka sendiri sebenarnya tidak memungkinkan.

Kemudian Maria juga menyarankan agar orangtua yang memilih menitipkan anak kepada kakek dan neneknya sudah mempersiapkan segala kebutuhan si kecil. Mulai dari kebutuhan makannya hingga mainan kegemaran anak. Akan lebih baik lagi jika memberikan bantuan kepada kakek dan nenek dengan menyediakan pengasuh. Sehingga kakek dan nenek lebih diarahkan sebagai sosok yang mengawasi anak.

Lalu hal yang paling penting adalah, diskusikan terlebih dahulu secara terbuka mengenai aturan serta batasan saat mengasuh anak.  Jelaskan pada kakek dan nenek bahwa peraturan tersebut diberikan untuk kebaikan si kecil. Jangan lupa, terangkan juga bahwa anak perlu tumbuh dengan pola asuh yang selaras sehingga tidak mengalami kebingungan. Terakhir Maria menyarankan agar orangtua membantu memberikan pemahaman kepada anak bahwa peraturan di rumah juga perlu dilakukan saat mereka bersama kakek dan neneknya.

Sumber : www.sangbuahhati.com  Monday, 9 October 2017

Share