Test IQ Menggunakan Jasa Psikolog atau Komputer

Terdapat berbagai macam persepsi dari proses atau Test IQ, untuk itu kami mencoba memberikan pandangan serta pemahaman yang singkat mengenai hal tersebut diatas.

Psikolog

Dalam hal ini Tester atau Psikolog dengan pengertiannya adalah seorang ahli dalam bidang praktik psikologi, bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental. Psikolog dapat dikategorikan ke dalam beberapa bidang tersendiri sesuai dengan cabang ilmu psikologi yang ditekuninya, baik itu Psikolog Klinis, Psikolog Pendidikan, dan Psikolog Industri.

Tetapi kata “Psikolog” lebih sering digunakan untuk menyebut Psikolog Klinis, psikolog yang bergerak di bidang kesehatan mental. Psikolog di Indonesia tergabung dalam organisasi profesi bernama HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia).

Dengan kata lain seorang Psikolog telah menempuh Pendidikan Sarjana Psikologi dan dilanjutkan dengan menempuh Pendidikan Magister Psikologi (Profesi Psikolog). Serta ditambah dengan mendapatkan SIUP (Surat Ijin Praktik Psikologi) yang dikeluarkan oleh HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia)

Komputer

Tes IQ berbasis komputer berupaya tidak menghilangkan kaidah ilmu psikologis. Dan tentunya dengan bantuan tenaga ahli / Psikolog serta dukungan team IT (Informatian Technologi) untuk membuat system agar dapat mudah diopeasikan dan menarik. Dengan adanya bantuan system computer tersebut, tes IQ dapat dilakukan tanpa membacakan soal kepada peserta tes dan hasil dari tes tersebut, dan hasil dapat dilihat dalam waktu yang cukup singkat. Tes IQ pun dapat dikemas secara lebih menarik dan berwarna sehingga tidak menimbulkan kejenuhan bagi yang mengerjakan. Skoring pun dapat dilakukan secara lebih praktis dan cepat.

Biasanya test dengan menggunakan metode ini adalah classical (jumlah banyak) dan juga diperuntukkan untuk test karyawan yang hendak masuk disuatu perusahaan bukan untuk test spesifik yang perlu adanya penanganan serta interaksi langsung dengan Tester / Tenaga Ahli Psikologi.

Namun test IQ yang belum tersertifikasi belum tentu dapat diterjemahkan atau bahkan diterima oleh Psikolog lain.

Kesimpulan :

Menurut pandangan kami, perlunya Tenaga Ahli yang langsung terlibat didalam psoses test untuk memastikan kebutuhan, keakuratan serta feedback yang diberikan oleh Testee (orang yang ditest) agar hasil tersebut dapat dipertanggung jawabkan. Meskipun metode ini membutuhkan biaya dan waktu yang cukup besar.

Tidak menjadi permasalahan jika menggunakan Komputer, untuk mendapatkan hasil yang dibutuhkan namun ada batasan / kaidah tertentu yang mengharuskan melakukan assasment kepada Psikolog

Untuk itu hal yang paling penting dalam laporan hasil pemeriksaan telah dilakukannya proses tersebut diantarannya tanda-tangan disertakan SIPP(Surat Ijin Praktik Psikolog) dari Himpunan Psikolog serta stempel yang menjadi validasi bahwa proses Test IQ tersebut benar-benar telah dilakukan oleh orang yang telah mendapat wewenang serta diakui.

DAMPAK NEGATIVE PENYANGKALAN (DENIAL) MENGENAI TUMBUH KEMBANG ANAK

Saat anak mengalami hambatan dalam tumbuh kembangnya apa yang dapat orang tua lakukan ?. Menerima dan memahami bahwa anak memerlukan bantuan orang tuanya untuk mencari alternative terapi atau penanganan para ahli yang tepat. Dan yang paling penting dari semua itu : Orang tua menerima kekurangan anak dan berpikiran bahwa anak membutuhkan bantuan secepatnya dari ahlinya untuk menunjang tumbuh kembangnya.

TIDAK ADA GUNANYA ORANG TUA MELAKUKAN PENYANGKALAN (DENIAL) sebagai contoh “anakku ngak kenapa-kenapa”/ “anakku baik-baik saja”, padahal jauh dilubuk hatinya ia dapat melihat dan merasakan anaknya mengalami hambatan secara psikologis.Jika orang tua masih saja melakukan penyangkalan (Denial), bagaimana bisa untuk segera berbenah diri dan bagaimana bisa anak mendapatkan bantuan yang tepat ?

Kunci keberhasilan sebuah terapi ternyata bukan dari penanganan yang diberikan oleh Psikolog, Dokter ataupun Terapis, Tetapi dukungan, keterbukan dan tidak adanya penyangkalan atau penolakan dari orang tuanya.

Pahami dan cermati, apakah anak sudah melewati setiap tahapan tumbuh kembangnya dengan tepat sesuai dengan usianya, yaitu erkembangan fisik, kognitif (berfikir), bicara, perilaku dan social.

Apabila melihat adanya keterlambatan atau hambatandari tumbuh kembang anak, akui dan cari bantuan ahli secepatnya atau sesegera mungkin.

Akhirnya, semoga kita semua dapat menjadi orang tua yang amanah dalam menjaga titipan-Nya.